SUSILA

Susila atau etika merupakan krangka dasar agama hindu pada bagian kedua. Secara utuh rangka dasar tersebut terdiri dari : Tatwa (filsafat),Susila (ethika), dan upacara (ritual). Kata susila berasal dari bahasa sansekerta, yang terdiri dari dua kata yaitu”su” dan “sila”. Su = baik ,suci dan Sila. = dasar. Perbuatan. Susila berarti Dasar prilaku atau perbuatan yang baik atau mulia. Ada banyak ajaran agama hindu yang mengajarkan tentang cara – cara bagaimana umatnya dapat berbuat baik. Diantaranya adalah ajaran tattwam asi, catur paramitha, dan tri parartha.
“ragadvesaviyuktais tu visayan indriyais caran, atmavasyair vidheyatma, prasadam adhigacchati”(bhagawadgita,II.64)
Artinya : Akan tetapi ia yang dapat mengendalikan pikiranya di tengah-tengah benda-benda duniawi, dengan dapat menguasai indrianya, bebas dari ikatan dan perasaan enggan ia menmencapai ketenangan.
Kata tat twam asi sesungguhnya berasal dari kata sanskerta, yang terdiri dari kata “Tat”= itu/dia, “Twam”= engkau, dan”Asi”= adalah. Secara umum kata Tattwamasi dapat diartikan, dia adalah engkau/kamu. Sedangkan dalam filsafat Hindu “Tattwamasi” dijelaskan sebagai ajaran kesusilaan yang tanpa batas, dan identik dengan ajaran kemanusiaan (Humanisme). Kitab Brhad Aranyaka Upanisad menyebutkan sebagai berikut “Aham Brahma Asmi” artinya aku adalah Brahman. Ajaran ini merupakan dasar utama bagi kita untuk dapat mewujudkan masyarakat yang damai (santhi). Ajara Tattwamasi patut kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta hubungan yang harmonis diantara kita. Bila kita sungguh-sungguh dapat memahami dan menerapkannya maka dalam diri kita akan muncul sikap cinta kasih terhadap semua ciptaan-Nya. Seperti halnya, menyayangi orang lain sebagaimana menyayangi diri sendiri adalah merupakan merupakan salah satu bentuk pengamalan dari ajaran ini.
Catur paramitha terdiri dari kata catur dan paramita (bahasa sansekerta). Kata catur = empat, dan paramita = sifat dan sikap yang utama (budhi pekerti luhur). Catur paramita berarti empat macam sifat dan sikap yang utama yang patut dipedomani berdasarkan agama hindu. Ajaran catur paramita ini terdiri dari : maitri, karuna, upeksa, dan mudita.Dengan demikian maka akan terwujudlah kehidupan yang rukun dan damai . adapun pengertian dari masing-masing bagian ajaran catur paramita,yang di maksud adalah:
1. Maitri = sahabat atau teman. Setiap umat hendaknya dapat memandang bahwa orang lain itu adalah sahabat karib. Untuk dapat berteman dengan baik setiap orang hendaknya bersikap ramah dan lemah-lembut terhadap orang lain, dengan demikian maka orang lain itu akan menyenangi kita.
2. karuna (karunia) = belas kasihan. Karuna adalah ajaran yang dapat menumbuhkan sifat dan kasih sayang dan terhadap sesama makhluk. Dengan demikian maka sifat dan sikap dengki, iri-hati, serta sejenisnya yang ada pada diri kita hendaknya dikendalikan (dilenyapkan). Seseorang yang dapat melenyapkan sifat dan sikap buruknya itu, maka yang bersangkutan akan selalu hidup damai.
3. mudita = penuh simpati. Seseorang hendaknya selalu dapat memperlihatkan wajah yang riang dan gembira, sopan dan santun, serta bersimpati terhadap orang lain. Pada umumnya orang lebih senang dengan seseorang yang bersikap sopan dan santun.
4. upeksa = pemaaf. Upeksa adalah sifat dan sikap seseorang yang selalu suka memaafkan kesalahan orang lain yang pernah dilakukan terhadap dirinya. Sifat dan sikap suka melupakan kesalahan orang lain, selalu berusaha membalas kejahatan dengan kebaikan, dan mengalah emi kebaikan adalah sifat dan sikap orang yang terpuji.
Demikianlah hendaknya patut dipedomani dan dilaksanakan oleh umat manusia dalam hidup dan kehidupan ini, sehingga kebahagian dan kesejahtraanhidup ini dapat terwujud. Adalah merupakan kewajiban kita semua untuk mewujudkan kenahagian, kesejahtraan dan keselamatan itu. Weda mengajarkan ada tiga cara untuk mewujudkan semua itu, yang disebut dengan tri paranatha
Kata tri pararta berasal dari bahasa sansekerta, dari kata tri = tiga. Dan parartha = kebahagian, kesejahtran, keselamatan, keagungan dan kesukaan. Tri parartha berarti tiga perihal yang dapat menyebabkan terwujudnya kesempurnaan, kebahagian, keselamatan, kesejahtraan, keagungan dan kesukaan hidup umat manusia. Kesemuanya itu adalah merupakan kebutuhan umat manusia yang sangat pital dan mesti dinikmati dalam hidup dan kehidupan ini. Tanpa keselamatan, umat manusia tentu tidak akan dapat berbuat banyak.
Adapun yang termasuk ajaran tri parartha tersebut antara lain :
1. Asih artinya cinta kasih. Umat manusia hendaknya selalu mengupayakan hidupnya dengan berlandaskan cinta kasih dengan sesama
2. Punya (punia) artinya dermawan atau tulus iklas. Seluruh aktifitas hidup manusia hendaknya berlandaskan tanpa pambrih/balasan, karena ketertarikan itu sesungguhnya ia menyebabkan menderita.
3. Bhakti artinya hormat atau sujud. Diantara sesamanya manusia hendaknya saling menghormati, serta tidak melupakan untuk bersujud kehada[an sang pencipta (tuhan).
Ajaran tri parartha itu sudah sepatutnya selalu dipahami dan di amalkan oleh umat manusia, dengan demikian kesempurnaan hidup ini akan menjadi kenyataan. Sebagaimana dijelaskan dalam sloka suci berikut ini
“abdhir gatrani cudhayanti, manah satyena cudhayanti, widyatapobhyam bhratatma, buddhir jnanena cudhayanti” (Menawa dharmasastra,V.109)
Artinya :
Tubuh dibersihkan dengan air, pikiran dibersikan dengan kejujuran, roh dibersihkan dengan ilmu dan tapa, akal dibersihkan dengan kebijaksanaan.
Selain mengamalkan ajaran tattwam asi, catur paramitha dan tri parartha, umat juga patut memahami dan mengamalkan ajaran ethika yang lainya. Dengan demikian hidup ini akan menjadi lebih bermanfaat dimasyarakat.

CATUR GURU

Didalam etika atau susila agama hindu, ada disebutkan catur guru yang harus kita hormati, dan mempunyai tugas yang sangat berat. keempat guru tersebut adalah :

1
1. Guru Swadhyaya atau Guru Sejati : Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang merupakan guru sekalian alam, guru yang tertinggi

2
2. Guru Rupaka/ Guru Raka : adalah orang tua yang melahirkan kita, yang sangat berjasa memelihara dan membesarkan kita
Jasa itulah yang menyebabkan anak mempunyai hutang antara lain:
A. Hutang Badan
B. Hutang Jasa
C. Hutang Hidup

3
3. Guru Pengajian : Yaitu guru yang mengajar di sekolah atau guru yang memberikan ilmu pengatahuan kepada kita.
Para Rsi juga disebut sebagai guru pengajian, yang memberikan pendidikan kerohanian di pasraman

4
4. Guru Wisesa : Yaitu pemerintah atau para raja , Guru Wisesa yang baik adalah pemimpin yang selalu berpedoman pada ajaran asta brata, yang terdiri dari :
A. Indra Brata,
B. Yama Brata,
C. Surya Brata,
D. Candra Brata,
E. Bayu Brata,
F. Kwera Brata,
G. Bharuna Brata,
H. Agni Brata.